ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)

Apa itu ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) ?

ISPA adalah infeksi yang disebabkan oleh virus maupun bakteri yang menyerang saluran pernafasan mulai dari bagian sinus, tenggorokan, saluran udara, atau paru-paru. Hal ini menyebabkan fungsi pernapasan menjadi terganggu. Jika tidak segera ditangani, maka infeksi ini dapat menyebar ke seluruh sistem pernapasan dan menyebabkan tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Kondisi seperti ini bisa berakibat fatal, bahkan bisa sampai berujung pada kematian.

ISPA penyakit yang perlu diwaspadai karena merupakan penyakit yang mudah menular terutama bagi orang-orang yang memiliki kelainan sistem kekebalan tubuh. Orang lanjut usia dan anak-anak rentan dengan terserang penyakit ini, terlebih kekebalan tubuh pada anak belum terbentuk sepenuhnya.

Bagaimana penularan ISPA?

Seseorang bisa tertular ISPA / infeksi saluran pernapasan akut ketika menghirup udara yang mengandung virus atau bakteri. Virus atau bakteri ini dikeluarkan oleh penderita infeksi saluran pernapasan melalui bersin atau ketika batuk.

Selain itu, cairan yang mengandung virus atau bakteri yang menempel pada permukaan benda juga bisa menular ke orang lain saat mereka menyentuhnya. Kondisi seperti ini disebut sebagai penularan secara tidak langsung. Untuk menghindari penyebaran virus maupun bakteri, sebaiknya mencuci tangan secara teratur, terutama setelah Anda melakukan aktivitas di tempat umum.

Apa saja gejala yang muncul akibat ISPA?

Berikut ini adalah beberpa contoh gejala yang muncul akibat ISPA, antara lain:

  1. Hidung tersumbat atau berair.
  2. Para-paru terasa terhambat.
  3. Batuk-batuk dan tenggorokan terasa sakit.
  4. Kerap merasa kelelahan dan timbul demam.
  5. Tubuh terasa sakit.

Apabila ISPA bertambah parah, gejala yang lebih serius akan muncul, seperti:

  1. Kesulitan bernapas.
  2. Demam tinggi dan menggigil.
  3. Tingkat oksigen dalam darah rendah.
  4. Kesadaran menurun dan bahkan pingsan.

Bagaimana cara mencegah ISPA?

Pola hidup higienis sebagai salah satu bentuk pencegahan ISPA, antara lain :

  1. Mencuci tangan secara teratur terutama setelah beraktivitas di tempat umum.
  2. Hindari menyentuh bagian wajah, terutama mulut, hidung, dan mata dengan tangan agar Anda terlindung dari penyebaran virus dan bakteri.
  3. Hindari merokok.
  4. Perbanyak konsumsi makanan kaya serat dan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
  5. Ketika Anda bersin, pastikan menutupnya dengan tisu. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit kepada orang lain.
  6. Berolahraga secara teratur juga bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan mengurangi risiko penularan infeksi.

ISPA pada anak

Virus penyebab ISPA sangat menular. Penularannya bisa terjadi akibat si kecil menghirup droplet atau percikan lendir yang dikeluarkan  penderita ISPA. Jadi, selalu biasakan anak untuk menutup mulut dan hidungnya saat batuk dan pilek.

Pertolongan pertama yang bisa dilakukan orang tua pada anak

ISPA disebabkan oleh virus yang sebagian besar akan sembuh dengan sendirinya, yakni dilawan oleh daya tahan tubuh. Jika anak demam, Anda bisa menyeka tubuhnya dengan air hangat, atau memandikannya dengan air hangat. Bila demam cukup tinggi, Anda bisa memberinya antipiretik atau pereda demam yang aman, seperti parasetamol.

Ingat, tidak dianjurkan untuk memberi aspirin pada anak dengan ISPA akibat virus, sebab obat ini bisa merusak fungsi hati (liver) sehingga menimbulkan sindroma Reye (sindroma yang disertai dengan kemunduran fungsi hati). Pastikan juga ia banyak minum, sehingga lendir di saluran pernapasan tidak kental dan mudah dikeluarkan. Menurut banyak penelitian, pemberian obat batuk pilek pada anak di bawah 6 tahun ternyata tidak memberi manfaat, malah berisiko menimbulkan efek samping obat.

Kapan harus ke dokter?

Penyebab ISPA adalah virus, meski sebagian besar akan membaik dengan sendirinya, tetap perlu mendapat perhatian terhadap terjadinya komplikasi. Jika anak tampak sesak, bernapas dengan cepat disertai ‘terlibatnya’ berbagai otot tambahan (seperti hidung kembang kempis, atau dada dan perut tertarik), segera bawa ke rumah sakit. Di rumah sakit, dokter akan memeriksa penyebab sesaknya: Apakah pneumonia, bronkhiolitis, atau croup. Jika perlu, akan dilakukan pemeriksaan rontgen dada dan pemeriksaan darah. Anak yang napasnya sesak akan menjalani pemeriksaan kadar oksigen dalam darah. Bila hasilnya rendah, ia perlu mendapat terapi oksigen. Jika si kecil mengeluh nyeri telinga atau keluar cairan dari telinga, segera periksa kemungkinan terjadi infeksi telinga tengah (otitis media akut).

Apakah bisa dicegah?

Penyakit infeksi menular sebenarnya bisa dicegah. Secara umum, menjaga daya tahan tubuh anak bisa dilakukan dengan cukup istirahat, makan makanan bergizi, dan minum yang cukup. Untuk mencegah influenza, si kecil bisa diberikan vaksin influenza. Cara lainnya adalah dengan mengajari anak mencuci tangan untuk meminimalkan kontak dengan virus penyebab ISPA.

 

Demikian share informasi mengenai apa itu ISPA, gejala dan cara mencegahnya. Semoga bermanfaat..

Sumber :

  1. http://www.alodokter.com/ispa
  2. http://www.parenting.co.id
Posted in Artikel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *