Sejarah RSSM

Telah beberapa bulan lamanya para Suster Biarawati Karya Kesehatan (BKK) menawarkan Rumah Bersalin Siti Myriam di Lawang kepada kami para suster Misericordia, tetapi belum ada kesepakatan dari kedua belah pihak. Pada akhir bulan Mei tahun 1967 kami mendapat berita dari Nederland, bahwa kami diijinkan mengambil alih rumah bersalin tersebut jika Para Suster Biarawati Karya Kesehatan menerima baik usul kami. Seluruh inventaris rumah bersalin itu ditinggalkan oleh para suster kecuali milik pribadi, buku – buku serta inventaris Kapel.

Pada tanggal 3 Agustus 1967 Moeder Stanislaus beserta empat (4) orang suster berangkat ke Lawang. Hari berikutnya, Jumat Pertama pk.08.00 diadakan Perayaan Ekaristi oleh Pater P. Ammerlaan O.Carm, yang dihadiri oleh para Bruder dan suster dari biara Lawang. Dan pada hari itu juga dilakukan perjamuan bersama sebagai tanda perpisahan antara para suster Biarawati Karya Kesehatan dengan para biarawan – biarawati di Lawang, serta ucapan selamat datang kepada Para Suster Misericordia yang akan melanjutkan karya kesehatan itu.

Pada tahun 1970 Rumah Bersalin Siti Myriam di Lawang mendapat giliran untuk dilakukan pembangunan. Bangunan lama yang merupakan bangunan induk, beserta pavilyun dipugar. Dan pada tanggal 6 Februari 1973 Bupati Kepala Daerah Kabupaten Malang memutuskan: memberikan ijin kepada Sr. Stanislaus untuk mendirikan gedung.

BKIA Siti Miriam

BKIA Siti Miriam

Pada tanggal 20 Mei 1987 berdasarkan Surat Ijin No. 445/10441/024/1987 Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Timur, Rumah Bersalin/Poliklinik/BKIA “Siti Miriam” Lawang resmi berdiri. Sedangkan pada tanggal 14 April 1994, berdasarkan Surat Keputusan Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Provinsi Jawa Timur No. 69/KANWIL/SK/YKM/IV/1994, No.71/KANWIL/SK/YKM.IV/1994, No.72/KANVIL/SK/YKM/IV/1994 Ijin Rumah Bersalin berlanjut dengan Pemberian Izin Tetap kepada Yayasan Kongregasi Misericordia Panti Waluya Malang untuk RB/BP/BKIA “Siti Miriam”. Sehubungan dengan perkembangan zaman dan menanggapi tuntutan serta permintaan serta menanggapi respon positif dari masyarakat yang kita layani di Siti Miriam, maka kami mengajukan dan mempersiapkan diri untuk mengajukan peningkatan pelayanan dari BKIA kami ajukan untuk melakuklan pelayanan khusus kepada masyarakat yaitu Rumah Sakit Bersalin.

Rumah Sakit Bersalin Siti Miriam Lawang

Berkat usaha dan kerjasama yang baik dari pihak – pihak yang terkait maka pada tahun 2008, berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur No.44.2/1/40/111.4/2008, tentang Pemberian Izin Sementara kepada Yayasan Karya Misericordia untuk menyelenggarakan Rumah Sakit Khusus dengan nama “Rumah Sakit Bersalin Siti Miriam” Lawang. Untuk menunjang pelayanan sebagai Rumah Sakit Bersalin Siti Miriam Lawang, maka dilakukan penambahan beberapa ruangan antara lain: Ruang Operasi, Ruang Direktur, Ruang Administrasi, Klinik Gigi, Instalasi Gawat Darurat/IGD.

Izin Sementara sebagai Rumah Sakit Khusus telah berakhir, maka kami mengajukan perpanjangan izin untuk satu (1) kali lagi, untuk perpanjangan izin kali ini kami dikenakan banyak syarat yang harus kami penuhi antara lain: Pembuatan tempat Pembuangan Limbah Cair, penyimpanan barang dan bahan berbahaya serta beberapa syarat yang lain kami harus menpunyai tenaga Apoteker. Maka mulai bulan Juni 2011 kami mulai menyiapkan untuk membangun IPAL (Instalasi Pembuangan Air Limbah) selain itu Rumah Sakit Bersalin juga menambah pelayanan antara lain Perinatologi bagi bayi – bayi yang masuk kategori resiko tinggi, poli spesialis bedah, memperluas area IGD dan dibuat sesuai dengan standart yang berlaku, serta membuat akses pintu keluar masuk untuk Ambulance sesuai dengan aturan yang berlaku. Setelah memenuhi persyaratan yang disampaikan oleh Dinas Perijinan dan dilakukan Survey maka pada tanggal: 11 April 1012 dengan Surat No. 180/0002/IPRB/421.302/2012, kami mendapatkan Izin Penyelenggaraan Rumah Sakit Bersalin Sementara yang kedua (ke-2). Kami diberi Izin ini dengan batas waktu tertentu yaitu satu (1) tahun selebihnya dari itu kami harus memilih untuk menentukan status antara lain RSIA (Rumah Sakit Ibu Anak) atau RSU (Rumah Sakit Umum).

Rumah Sakit Umum Siti Miriam

Berdasarkan hasil konsultasi dari para pembina, pengawas dan juga dari Dinas Perijinan sendiri maka kami disarankan untuk meningkatkan pelayanan menjadi Rumah Sakit Umum. Maka dari itu kami mulai menyiapkan diri dan melengkapi segala persyaratan. Adapun persyaratan yang paling pokok dan harus kita penuhi lebih dulu adalah untuk mendapatkan izin Mendirikan Rumah Sakit Umum Siti Miriam. Dan pada tanggal 30 April 2013 Surat Izin itu kami dapatkan dengan Nomor: 503.1/36/421.103/2013 Tentang PEMBERIAN IZIN MENDIRIKAN RUMAH SAKIT UMUM SITI MIRIAM KECAMATAN LAWANG KABUPATEN MALANG. Izin selanjutnya yang harus kita penuhi adalah berupa Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT) dan pada tanggal; 05 Juli 2013 Surat izin itu kami dapatkan dengan Nomor: 180/0224/IPPT/421.303/2013 Tentang IZIN PERUNTUKAN PENGGUNAAN TANAH.

Setelah semua persyaratan kami penuhi dan kami ajukan serta survey dari Dinas Perizinan Kabupaten Malang, berdasarkan hasil survey tersebut kami mendapatkan Izin untuk setapak lebih maju dalam meningkatkan pelayanan yaitu menjadi Rumah Sakit Umum Siti Miriam pada tanggal : 20 Februari 2014, dengan Surat Nomor: 180/0002/IORS/421.302/2014.

Pada tanggal 22 Januari 2016 Rumah Sakit Siti Miriam memperoleh Izin Operasional Type D dengan Surat Nomor : 503/0001/IORS/35.07.303/2016.

Dan pada bulan Mei 2017 RS Siti Miriam telah melaksanakan akreditasi rumah sakit.

Demikian sejarah berdirinya Rumah Sakit Umum Siti Miriam Lawang, semoga akan menjadi spirit bagi kita semua untuk melangkah lebih lanjut ke jenjang yang berikutnya.